Minggu, 04 Januari 2015

REVIEW JURNAL MINYAK JARAK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI SOLAR

Jurnal Asli:
Beberapa Energi Alternatif yang Terbarukan dan Proses Pembuatannya.
By: Melvin Emil Simanjuntak

Reviewed By Winy Puspa Lestari

MINYAK JARAK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI SOLAR
Winy Puspa Lestari *)

Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercubuana

Jl. Raya Meruya Selatan No.1 Kembangan, Jakarta Barat 11650 Telp. 021 584 0816

Abstrak
Pada saat ini sangat dibutuhkan energi alternatif yang merupakan pengganti bahan bakar minyak yang cadangannya terus berkurang dan akan lebih baik bila lebih ramah lingkungan. Beberapa jenis tanaman ternyata telah terbukti dapat digunakan sebagai sumber energy, diantaranya adalah daun jarak. Selain mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi, terbarukan, memiliki nilai ekonomis untuk dibudidayakan juga lebih ramah lingkungan. Dengan mengubah kandungan lemak yang ada pada beberapa tanaman melalui proses transesterifikasi dapat diperoleh senyawa ester yang dapat menggantikan minyak solar. Dengan pengolahan yang baik akan dapat diperoleh hasil yang memadai.
Kata kunci: Energi alternatif, Minyak jarak.

1.      Pendahuluan
1.1.Latar Belakang Masalah
Saat ini untuk mempersempit penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar kita perlu menggali kegunaan bahan alam lain sebagai alternatif agar anak cucu kita dapat menikmati perkembangan inovasi energi dan juga minyak bumi. Indonesia merupakan salah satu negara yang paling kaya sumber keanekaragaman hayatinya dan didukung dengan iklim yang sangat baik merupakan tempat tumbuhnya berbagai tanaman termasuk tanaman yang dapat menghasilkan energi alternatif, diantaranya adalah daun jarak. Beberapa proses pembuatan bahan bakar alternatif telah banyak diketahui tetapi belum cukup luas secara detail diketahui oleh masyarakat kita.
Tanaman Jarak (Jatropha Curcas L) sangat potensial dikembangkan untuk mendapatkan biodiesel, tanaman ini merupakan tanaman semak yang tumbuh subur pada daerah beriklim panas/tropis dan curah hujan 200~1500 mm/tahun. Biji jarak mengandung sekitar 35 – 45% berbagai trigliserida yang berasal dari asam asam lemak risinoleat, palmitat, stearat, dan kurkolat. Kandungan yang terbesar adalah asam risinoleat yang dapat mencapai 90% dari bermacam-macam trigliserida tadi dan merupakan bahan dasar dari minyak jarak. Wujud minyak jarak ini seperti minyak goreng, kental, licin dan baunya tidak mencolok.
Beberapa keuntungan dari tanaman jarak pagar adalah:
1.      Tahan terhadap kekeringan sehingga dapat ditanami pada daerah beriklim gurun dan dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah, sekalipun berpasir, berbatu atau memiliki kadar garam.
2.      Hanya membutuhkan sedikit pengelolaan/ perawatan
3.      Tidak membutuhkan pengawasan khusus terhada gulma/hama
4.      Tumbuh dengan cepat dan stabil setelah beberapa bulan
5.      Mulai menghasilkan buah pada tahun kedua sampai berumur sekitar 40 tahun.
6.      Daging buah setelah ekstraksi minyak merupakan pupuk organik yang unggul (38% protein dengan rasio NPK: 2,7:1,2:1)
7.      Dapat menghasilkan buah sepanjang tahun
8.      Selain menghasilkan minyak, daun dan kulit dapat digunakan untuk berbagai keperluan industri dan farmasi.
9.      Minyak yang dihasilkan dari biji dapat digunakan untuk mesin diesel tanpa modifikasi, vernish, penerangan, lilin, sabun, anti hama,
10.  Untuk keperluan industri lainnya: bijinya yang ditumbuk juga dapat untuk penyamaan kulit dan akar untuk keperluan pewarnaan tekstil.
11.  Untuk keperluan farmasi: biji sebagai obat pencahar, antihelminithic dan sebagai bahan pengisi pada obat – obatan untuk: reumatik, gatal dan penyakit kulit, demam, sakit kuning dan gonorrhoea, diuretic, pencuci mulut; daun sebagai haemostatic agent, penutup luka.

1.2.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek kandungan didalam jarak yang dapat kita manfaatkan sebagai energy alternatif pengganti solar, sehingga kita dapat mempersempit pemakaian minyak bumi dengan pemanfaatan bahan alam lain sebagai energi alternatif.

        2.      Metodelogi
Proses pembuatan minyak jarak:
1.      Biji jarak kering dikukus selama ± 1 jam
2.      Kemudian diblender/giling supaya menjadi seperti bubur dan mudah untuk diperas
3.      Dipress untuk mengeluarkan minyaknya
4.      Disaring untuk membuang kotoran
Gambar 1. Skema proses pembutan minyak jarak
Proses di atas dapat dipersingkat dengan menggabungkan proses penghancuran dan pengepresan sekaligus dengan menggunakan satu alat yaitu ekspeller. Alat ini digerakkan oleh motor listrik/mesin diesel. Alat ini juga melakukan penghancuran dan pengepresan secara kontinu sehingga dapat menyederhanakan kerja sekaligus memaksimalkan output proses pembuatan minyak jarak. Minyak jarak ini dapat langsung dipakai ke mesin atau dengan membuatnya menjadi biodiesel melalui proses transesterifikasi.
Gambar 2. Expeller sederhana
Gambar 3. Potongan expeller tampak samping
        3.       Hasil Penelitian
Spesifikasi minyak jarak:
Kandungan Energi 39600~41800 kJ/kg
Berat spesifik (40oC) 0,91 ~ 0,92 kg/ ltr
Titik beku (0C) 2,0
Flas point (0C) 110 ~ 240
Cetana value 51,0
Sulphur content 0,13 ppm
Pour point (0C) 8 

4.       Penutup
4.1.Kesimpulan
1.      Bahan bakar alternative dapat diperoleh dari beragam mahluk hidup termasuk tanaman.
2.      Sebagai pengganti solar dapat digunakan ekstrak daun jarak.
3.      Proses produksi bahan bakar ini tidak membutuhkan teknologi yang rumit dan hasilnya lebih ramah terhadap lingkungan.
4.2.Saran
1.     Akan lebih baik jika diberi pembahasan lebih rinci mengenai hasil dari produksi pembuatan energy alternatif daun jarak.
2.   Perlu adanya realisasi nyata untuk pengimplementasiannya.

Selasa, 30 Desember 2014

IMPLEMENTASI AMDAL OLEH INDUSTRI DI INDONESIA

Analisis dampak lingkungan atau yang disebut dengan nama AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.

Berikut dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang "Izin Lingkungan Hidup" yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal.
Beberapa jenis industri sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 yang termasuk harus menyusun AMDAL adalah sebagai berikut :
  1. Industri semen ( yang dibuat melalui sistem klinker )
  2. Industri pulp atau industri kertas yang terintegrasi dengan industri pulp, kecuali pulp dari kertas bekas dan pulp untuk kertas budaya
  3. Industri petrokimia hulu
  4. Kawasan industri ( termasuk komplek industri yang terintegrasi )
  5. Industri galangan kapal dengan sistem gravung dock
  6. Industri amunisi dan bahan peledak
  7. Kegiatan industri yang tidak termasuk angka 1-6 dengan penggunaan areal
Sedangkan untuk industri yang tidak wajib menyusun AMDAL, tetap mempunyi kewajiban melakukan kajian dan pengelolaan lingkungan seperti tercantum dalam pasal 3 ayat 4, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang AMDAL, bagi rencana usaha dan atau kegiatan diluar usaha dan atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib menyusun dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantuan lingkungan hidup (UKL UPL) sebagai acuan dalam pengelolaan lingkungan.

Menurut Dirjen Migas Evita H Legowa “ Bila standar baku mutu betul-betul diterapkan seperti apa adanya, hampir separuh target produksi migas na­sional tidak dapat diproduksikan ka­rena banyak industri migas dalam waktu dekat tidak dapat memenuhi standar baku mutu temperatur air dari 45o menjadi 40o”.

PT Pertamina  telah menyelesaikan pro­­ses analisis dampak lingkungan (Amdal) di areal proyek CCT seluas 750 hektar di Lawe-lawe, Penajam Pasir Utara, Kalimantan Timur. Pemerintah Dae­rah setempat juga telah menyatakan dukungannya, berupa percepatan pro­ses perizinan agar proyek tersebut bisa segera direalisasikan.

Sumber:
http://listrikindonesia.com/implikasi_amdal_terhadap_industri_252.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_dampak_lingkungan
http://dee-jieta.blogspot.com/2014/02/perkembangan-amdal-di-indonesia.html
http://tomajehari.blogspot.com/2012/01/penerapan-kebijakan-amdal-bagi.html

Jumat, 19 Desember 2014

JENIS- JENIS PENCEMARAN AIR

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Menurut Keputusan Menteri Negara Kepedudukan dan Lingkungan Hidup No.02/MENLH/I/1998, yang dimaksud dengan polusi/pencemaran air adalah masuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, kurang atau tidak dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya. 

Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air. 

Jenis-Jenis Pencemaran Air

1. Pencemaran Mikroorganisme dalam Air
Kuman penyebab penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri, virus, protozoa, dan parasit.

2. Pencemaran Air oleh Bahan Anorganik Nutrisi Tanaman
Penggunaan  pupuk nitrogen dan fosfat dalam bidang pertanian telah dilakukan sejak lama secara meluas. Pupuk kimia ini dapat menghasilkan produksi tanaman yang tinggi sehingga menguntungkan petani.  Tetapi dilain pihak, nitrat dan fosfat dapat mencemari sungai, danau, dan lautan.

3. Pencemar Bahan Kimia Anorganik
Bahan kimia anorganik seperti asam, garam dan bahan toksik logam lainnya seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg) dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak enak diminum. Disamping dapat menyebabkan matinya kehidupan air seperti ikan dan organisme lainnya, pencemaran bahan tersebut juga dapat menurunkan produksi tanaman pangan dan merusak  peralatan yang dilalui air tersebut (karena korosif).

4. Pencemar Bahan Kimia Organik
Bahan kimia organik seperti minyak, plastik, pestisida, larutan pembersih, detergen dan masih banyak lagi bahan organik terlarut yang digunakan oleh manusia dapat menyebabkan kematian pada ikan maupun organisme air lainnya.

Gambar 1.1. Air yang sudah tercemar

Berikut ini adalah jenis jenis bahan pencemar air :
1. Berdasar Jenis Bahannya pencemar air
a. Bahan pencemar fisik
Bahan pencemar fisik diantaranya adalah sampah, lumpur, pasir, dan sebagainya.

b. Bahan pencemar kimia
Bahan pencemar kimia antara lain zat-zat organik bisa berupa lemak, minyak, detergen, sabun, zat warna, karbohidrat, protein maupun zat-zat anorganik (unsur bebas, logam berat, asam, basa, dan garam) dan zat radioaktif.

c. Bahan pencemar biologis 
Bahan pencemar biologis dapat dibagi menjadi dua yaitu mikroorganisme patogen dan mikroorganisme yang pertumbuhannya tidak terkendali (bloming ) karena eutrofikasi. Mikroorganisme patogen terutama berasal dari tinja manusia. Ada 4 kelompok mokroorganisme yang terkandung dalam tinja yaitu virus, bakteri, protozoa, dan cacing. Mikroorganisme yang pertumbuhannya tidak terkendali antara lain adalah fitoplankton, ganggang ,dan eceng gondok.

2.Berdasar Mudah tidaknya Terurai
Berdasarkan mudah tidaknya terurai secara biologis oleh bakteri yang ada di air, bahan pencemar diklasifikasikan menjadi dua, yaitu bahan pencemar yang mudah terurai ( biodegradable) dan bahan kimia yang sukar busuk (nonbiodegradable ) Bahan pencemar yang mudah busuk misalnya karbohidrat, lemak, dan protein. Bahan pencemar yang sukar busuk misalnya plastik, karet, kaca, kain, kayu, detergen ABS, dan lain-lain.Lama pembusukan dapat bertahun-tahun. 

Akibat pencemaran air 
Akibat pencemaran air adalah penurunan kualitas air dan gangguan penggunaannya. Dalam batas-batas tertentu badan-badan air mampu membersihkan atau memurnikan dirinya sendiri (self purification) terhadap bahan- bahan pencemar yang masuk ke dalamnya. Pencemaran terjadi bila batas daya dukung untuk membersihkan dirinya terlampaui. Dampak negatif dari pencemaran ini antara lain adalah pengurangan oksigen terlarut, peningkatan derajad eutrofikasi, penurunan keanekaragaman biota air, penurunan kualitas air, peningkatan biaya sosial tinggi sebagai akibat langsung maupun tidak langsung.

Sumber:
http://www.topeng.in/2014/02/pencemaran-air.html
http://suciromadini.blogspot.com/2012/09/jenis-jenis-pencemaran-air_29.html

Jumat, 05 Desember 2014

BUMI SEMAKIN PANAS

Gejala naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya intensitas GHE (Green House Effect). MenurutJoseph Fourier pada 1824, GHE merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi (GHG) dan keadaan atmosfernya.
Menurunnya kadar ozon, maka sinar ultraviolet-B (UV-B) yang sampai ke bumi akan bertambah banyak. Sinar UV-B sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Pada manusia, dapat menyebabkan antara lain kanker kulit, katarak, dan penurunan kekebalan tubuh.
Penyebab utama lubang ozon adalah zat Chloroflourocarbaon (CFC) dan Halon yang banyak digunakann dalam aktifitas manusia di industri dan rumah tangga; Nitrogen Oksida dari semburan jet pesawat terbang supersonic; dan Surfur Oksida dari gunung berapi. CFC merupakan senyawa tidak beracun, tidak dapat terbakar, dan sangat stabil karena tidak mudah bereaksi. CFC merupakan salah satu sumber terjadinya Green House Gases (GHG).
Waktu tinggal GHG di dalam atmosfer juga mempengaruhi efektifitasnya dalam menaikkan suhu. Makin panjang waktu tinggal gas di dalam atmosfer, makin efektif pula pengaruhnya terhadap kenaikan suhu yang dapat menyebabkan terjadinya “efek rumah kaca”. GHG terbentuk dalam alam secara langsung maupun sebagai akibat pencemaran. GHG di dalam atmosfer menyerap sinar inframerah yang dipantulkan bumi. Peningkatan kadar GHG di udara akan meningkatkan terjadinya “pemanasan global”.

>>Apakah itu GHG (Green House Gases)?
GHG adalah gas-gas yang menyebabkan terjadinya “efek rumah kaca”

>>Apa saja yang termasuk GHG yang berkaitan dengan pemanasan global?
Uap air (H2O), CO2, metana (CH4), ozon, N­2O, CFC, dsb.

>>Darimana dihasilkannya GHG?
  • Penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan oleh industry dan transportasi
  • Mengeluarkan feces (melepaskan metana)
  • Pembusukan dan penguraian jasad hewan dan tumbuhan yang mati (metana dan CO2)
  • “Fotosintesis” pada tumbuhan (Siang hari melepas O2 dan malam melepaskan CO2) dsb.

Penyebab Pemanasan Global Oleh Manusia
  • Pemborosan Energi Listrik, 
  • Penggunaan AC dan Kulkas Secara Berlebihan
  • Penggunaan Gadget Secara Berlebihan, 
  • Membakar Sampah
  • Menyisakan Makanan, 
  • Polusi Karbon Dioksida oleh Industri,
  • Polusi Karbon Dioksida oleh Transportasi, 
  • Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan
  • Penggunaan Pupuk Kimia yang Tidak Wajar,
  • Kerusakan Hutan, 
Gambar 1. Siklus pemanasan global



Beberapa cara lain untuk mencegah terjadinya Pemanasan global atau Global warming:
  • Berhemat energi. Seperti dalam penggunaan bahan bakar minyak, listrik (jangan pakai alat-alat elektronika kalau tidak jelas kebutuhannya).
  • Menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja. Kalau hanya dekat,  tidak perlu menggunakan motor atau mobil.
  • Mengurangi pembakaran. Misal, pembakaran sampah, hindari pembakaran hutan.
  • Penghijauan hutan
  • Hindari penggunaan barang  secara mubazir
  • Untuk ekosistem laut, hindari perusakan karang dan pencarian ikan dengan merusak ( penggunaan bom atau semacamnya).                                                                                                                                                       
Sumber:
http://kana-hapaki.blogspot.com/2013/03/mengapa-bumi-makin-panas.html
http://green.kompasiana.com/iklim/2013/07/24/benar-kawan-bumi-memang-semakin-panas-579297.html
http://news.liputan6.com/read/2102523/infografis-bumi-makin-panas

Jumat, 28 November 2014

KEBUTUHAN PSIKOLOGI

Apa Itu Psikologi?

Secara etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu.
Psikologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya yang secara global dibangun berdasarkan pandangan terhadap naluri dan otak.

Kebutuhan Psikologis Manusia
Kebutuhan sosial psikologis seseorang akan semakin lebih banyak dibandingkan kebutuhan fisiknya sejalan dengan usianya. Secara umum setiap manusia  membutuhkan cinta kasih, penghargaan pribadi, pemenuhan kebutuhan fisik, pelatihan disiplin dan kesempatan untuk mengembangkan berbagai aspek kehidupannya.

Manifestasi dari potensi kehidupan manusia:
Naluri kemanusiaan (secara Psikologi), menuntut pemuasan namun apabila tidak terpenuhi tidak akan menyebabkan kematian, tetapi akan menderita dan tergoncang akibat tidak terpenuhi kebutuhannya. Naluri-naluri tsb merupakan perasaan akan kelemahan dirinya, perasaan akan melestarikan keturunan dan perasaan untuk mempertahankan eksistensinya.

Kebutuhan dasar manusia keberadaanya dalam lingkungan hidup juga menimbulkan masalah sikap kejiwaannya, diantaranya:

A. Faktor Internal    
  1. Jati diri yang merupakan refleksi dari egoisme seseorang, yakni dari kepercayaan diri, kemandirian maupun keyakinan akan kompetensi maupun perasaannya dalam kehidupan.
  2. Empati yakni kemampuan untuk mengenal dan memahami perasaan orang lain. Dengan empati seseorang akan berusaha untuk “kompromi”.
  3. Altruisme yakni sikap dan perilaku untuk berusaha menolong orang lain
B.  Faktor eksternal
  1. Kepedulian atau caring for
  2. Kehormatan atau sikap esteem
C.  Faktor Transendental
Tuhan menciptakan manusia dengan segenap perangkat dan pengada agar selalu berupaya meningkatkan kesejahteran hidupnya.

Kebutuhan Anak Kecil:
  • Kebutuhan Jasmaniah (termasuk rasa aman dan pertahanan diri)
  • Kebutuhan akan Kasih Sayang
  • Kebutuhan untuk memiliki
  • Kebutuhan aktualisasi diri
Hurlock (1978) mengemukakan bahwa disiplin berguna bagi anak untuk:
  • Memberikan rasa aman kepada anak
  • Dapat membantu anak untuk menghindari rasa bersalah atau malu karena telah berbuat salah.
  • Berusaha belajar bersikap sesuai dengan cara yang akan mendatangkan pujian yang akan ditafsirkan sebagai tanda sayang dan penerimaan
  • Mendorong anak mencapai apa yang diharapkan dari dirinya
  • Membantu anak mengembangkan hati nuraninya, dan mengasah intuisi dalam dirinya, sehingga dia dapat mengambil keputusan secara bertanggungjawab dan juga dapat mengendalikan tingkah laku.
Kebutuhan Psikologis Remaja
  • Remaja harus belajar dan berlatih dalam membuat rencana, memilih alternatif, membuat keputusan, bertindak sesuai dengan keputusannya sendiri serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukannya.
  • Remaja mendambakan untuk diperlakukan dan dihargai sebagai orang dewasa
  • Mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok teman sebayanya sehingga tercipta rasa aman
Kebutuhan Psikologis Orang Dewasa
  • Kebutuhan yang bersifat biologis
  • Kebutuhan rasa aman
  • Kebutuhan-kebutuhan sosial
  • Kebutuhan akan harga diri
  • Kebutuhan untuk berbuat yang terbaik
Gambar 1. Fase kehidupan manusia beserta perkembangan kebutuhan psikologinya

Murray (Hall & Lindzey) menggolongkan kebutuhan psikologi menjadi 20 jenis, sebagai berikut:
  1. Kebutuhan akan sikap merendah
  2. Kebutuhan akan berprestasi
  3. Kebutuhan akan afiliasi
  4. Kebutuhan akan agresi
  5. Kebutuhan akan otonomi
  6. Kebutuhan akan “counteraction”
  7. Kebutuhan akan membela diri
  8. Kebutuhan akan sikap hormat
  9. Kebutuhan akan dominasi
  10. Kebutuhan akan eksibisi (menonjolkan diri)
  11. Kebutuhan akan menghindari bahaya
  12. Kebutuhan akan menghindari rasa hina
  13. Kebutuhan akan sikap memelihara
  14. Kebutuhan akan ketertiban
  15. Kebutuhan akan permainan
  16.  Kebutuhan akan penolakan
  17. Kebutuhan akan keharuan
  18. Kebutuhan akan seks
  19. Kebutuhan akan pertolongan dalam kesusahan
  20. Kebutuhan akan pemahaman
Sumber:
http://chalouiss.blogspot.com/2013/02/kebutuhan-dasar-manusia-menurut-abraham.html
http://ignasiusbagus.blogspot.com/2011/09/kebutuhan-psikologi-dan-perkembangannya.html

Jumat, 21 November 2014

STUDY KASUS PENCEMARAN LIMBAH INDUSTRI DI SUNGAI CITARUM

DETAIL MASALAH

Sungai Citarum di Jawa Barat memiliki panjang sekitar 350 km dan luas daerah pengaliran sungai (DPS) 12,000 km2. Daerah aliran sungai Citarum didominasi oleh sektor industri manufaktur seperti tekstil, kimia, kertas, kulit, logam/elektroplating, farmasi, produk makanan dan minuman, dan lainnya.

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat (BPLHD Jabar) telah mengkonfirmasi bahwa limbah industri jauh lebih intens dalam hal konsentrasi dan mengandung bahan-bahan berbahaya. Sebanyak 48% industri yang diamati, rata-rata pembuangan limbahnya 10 kali melampaui baku mutu yang telah ditetapkan (BPLH Provinsi Jawa Barat, 2010).

Dampak dari bahan pencemar yaitu , Perubahan tingkat keasaman air, Kontaminan organic meningkatkan BOD, COD, membunuh organisme, mengganggu proses fisiologi atau metabolisme, atau merusak organ-organ hewan, mengancam kesehatan manusia. (itaiitai ).Dalam konteks bahan kimia beracun, kontaminan utama yang mempengaruhi kualitas air Sungai Citarum adalah limbah yang berasal dari kegiatan industri (logam dan senyawa non-logam), pertanian (pupuk sintetis dan pestisida), jasa (minyak dan logam) dan domestik (deterjen, logam, plastik). (Institute of Ecology, 2004).

Pada tahun 2004, PPSDAL Unpad di Waduk Saguling, kualitasair Sungai Citarum sudah tidak memenuhi standar bahwa konsentrasi logam berat seperti Cd, Cr dan Pb di daerah hilir terdeteksi lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah hulu (Sunardi dan Ariyanti, 2009)., mempunyai populasi sekitar 10 juta penduduk.



MEKANISME DAN DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH INDUSTRI DI SUNGAI CITARUM

I. Perubahan Keasamaan Air (pH)
Keasaman ekstrim rendah juga sangat mengancam kehidupan organisme hingga sangat mungkin menghilangkan spesies-spesies sensitif perairan.


II. Kontaminan Organik
Pada titik-titik sampling di sekitar kawasan industri tekstil, nilai Biochemical oxygen demand (BOD) dan chemical oxygendemand (COD) sangat tinggi melebihi baku mutu untuk semua kelas air. Pada referencepoint, BOD berkisar 1.7 mg/L, sementara di bagian hilir sungai nilai BOD mencapai 9.36 mg/L hingga 523.00 mg/L (Lihat Tabel D.2).


III. Pencemaran Logam Berat
Industri tekstil dan elektroplating pada umumnya menggunakan elemen logam berat pada prosesnya.Tekstil adalah industri utama yang ada di Sungai Citarum. (lihatTabel D.3).



EVALUASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

1. Pendekatan Reaktif

1.1. Pendekatan Kebijakan Atur dan Awasi

Secara umum, model kebijakan pengendalian pencemaran air di Indonesia dan di daerah studi khususnya, masih mengandalkan model pendekatan atur dan awasi (command andcontrol) di mana pemerintah menerapkan baku mutu dan persyaratan yang harus dipatuhioleh pelaku usaha serta melakukan pengawasan dan penegakan hukum.


1.2. Penegakan Hukum (dalam konteks kebijakan Atur dan Awasi)

Penegakan hukum dalam kasus pencemaran air dapat dilakukan melalui mekanisme penegakan hukum administrasi, penegakan hukum perdata dan penegakan hukum pidana.

Kasus pencemaran air PT. Roselia Texindo yang ditangani Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 2001 baru mendapatkan putusan akhir berupa Putusan Kasasi Mahkamah Agung yang bersifat berkekuatan hukum tetap (inkracht) pada tahun 2011.

2. Pendekatan Preventif

Perlu pergeseran paragdima dari hanya mengandalkan pengaturan pada pembuangan akhir (end-of-pipe) menjadi pencegahan, eliminasi dan subtitusi materi toksik di awal sumbernya dengan kata lain Produksi Bersih.

2.1. Keterbukaan Informasi

Jaminan hukum mengenai hak setiap orang untuk mendapatkan akses informasi, aksespartisipasi, dan akses keadilan dalam memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik dansehat dinyatakan dengan tegas dalam Pasal 65 ayat (2) UU 32/2009.xiii Hal ini sejalan dengan prinsip partisipatif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dimana, “setiap anggota masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung.”.

Pemberian informasi dapatdilakukan melalui media cetak, media elektronik atau papan pengumuman yang meliputi antara lain:

  • Status mutu air
  • Bahaya terhadap kesehatan masyarakat dan ekosistem
  • Sumber pencemaran dan atau penyebab lainnya
  • Dampaknya terhadap kehidupan masyarakat
  • Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengurangi dampak dan upaya pengelolaan kualitas air dan atau pengendalian pencemaran air.


SUMBER
  • www. academia.com
  • Balai Besar Wilayah Sungai Citarum. 2011. Citarum River Basin Status Map, www.citarum.org
  • Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Kementerian Perindustrian (2012). Tentang Direktori perusahaan yang dikeluarkan
  • BPLH Provinsi Jawa Barat. 2010. Original Title : Status Lingkungan Hidup Daerah. Translated :Regional Environmental Status. Sections : Industrial Activitas With Water Contamination Possibility.
  • Greenpeace International. 2011. Dirty Laundry : Unraveling The Corporate Connections to Toxic Water Pollution in China.
  • Greenpeace Research Laoratory. 2011. Laguna Lake, The Philippines : Industrial Contammination Hotspots.
  • Institute of Ecology. 2004. Annual Reposrt of Saguling Dam.
  • Salim, Parikesit, dan Dhahiyat. 1997. Fish Divers in The Citarum River : a Preliminary Wastes Textile Industry on The Sustainability of Rice Field. Proceeding of National Seminar on Multi Function and Conversion of Agricultural Land Used. Balai Penelitian Tanah Bogor.
  • Sunardi dan Ariyanti. 2009. Toksisitas Sedimen Sungai Citarum Terhadap Larva Hydrophsyche sp. Jurnal Biotika, Vol 7 No. 2, hal 1008-117
  • Terangna. 1991. Water Polution. The Course of The Environmental Impact Assessment. Institute of Ecology. Padjajaran University.

GREEN INDUSTRY DI PERUSAHAAN KERTAS PT. PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS

PT. Pindo Deli Dalam Industri Kertas

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.

PT.Pindo Deli Pulp And Paper Mills mengolah bahan baku yaitu pulp menjadi beberapa macam jenis kertas, meliputi kertas printing dan kertas non printing, yang didistribusikan di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Jenis kertas bervariasi mulai dari art Paper, art board, cast coated paper, dan cast coated board.

Industri pulp dan kertas mengubah bahan baku serat menjadi pulp, kertas dan     kardus.Urutan proses pembuatannya adalah persiapan bahan baku, pembuatan pulp (secarakimia, semi‐kimia, mekanik atau limbah kertas), pemutihan, pengambilan kembali bahan kimia, pengeringan pulp dan pembuatan kertas.

Bahan Baku
Selulosa (terdapat dalam tumbuhan berupa serat)
 Jenis-jenis selulosa :

  1. α-selulosa →untuk pembuatan kertas
  2. β-selulosadisebut dengan hemi selulosa
  3. γ-selulosa         →menjadi pengotor

Sifat Selulosa
Sifat penting pada selulosa yang penting untuk pembuatan kertas :

  1. gugus aktif alkohol (dapat mengalami oksidasi)
  2. derajat polimerisasi (serat menjadi panjang)

Makin panjang serat, kertas makin kuat dan tahan terhadap degradasi (panas, kimia dan biologi)


Penghargaan Green Industry Untuk PT. Pindodeli

Penghargaan Industri Hijau (Green Industry Award) 2013 Level V diberikan oleh Kementerian Perindustrian pada perusahaan yang melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dengan baik sehingga dapat meminimalisasi pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat kegiatan industri.

Untuk PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya setelah di tahun 2011 dan tahun 2012 meraih prestasi serupa. “Ini menjadi prestasi sekaligus komitmen perusahaan menjalankan bisnisnya dengan memperhatikan prinsip pengelolaan lingkungan yang lestari” ujar Direktur APP, Suhendra Wiriadinata dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/11).

Sementara Kementerian Perindustrian (Kemperin) meminta produsen meningkatkan pengelolaan industri hijau untuk meminimalkan tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan. "Pemerintah mengharapkan pelaku usaha bisa mengelola industrinya dengan program industri hijau. Hal tersebut akan mengurangi tingkat pencemaran serta kerusakan lingkungan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Industri hijau adalah industri berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup melalui efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau dilaksanakan setelah melalui berbagai tahap seleksi dan verifikasi oleh Kementerian Perindustrian melalui penilai independen berdasarkan sistem yang dievaluasi secara berkala termasuk kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan.

Pemecahan Masalah dalam Konsep Green Industry di PT. Pindo Deli

Sludge kertas merupakan masalah yang serius di perusahaan. Tim dan fasilitator dari luar telah menyelenggarakan acara tukar pendapat untuk mengevaluasi hal‐hal yang dapat dilakukan dengan limbah ini dan tentang keuntungan dan kerugian dari setiap opsi yang memungkinkan. Hasilnya diringkas pada Keterangan berikut:
1.      Digunakan sebagai bahan bakar di pabrik (pada boiler CFB baru sebagai campuran)
2.       Kerjasama dengan pabrik semen untuk memanfaatkan sludge sebagai bahan bakar.
          a.       US$ 5, biaya di tempat  US$ 5, transport  US$ 5, biaya pabrik semen
          b.       Kadar air tinggi, perlu pengeringan awal sebelum dipakai. Opsi pengeringan awal pada pabrik semen atau di Pindo # 2 (Identifikasi dan studi)
3.       Di tempatkan di landfill
          a.       US$ 100/t, biaya landfill baru
          b.        Lahan.Perijinan, pemantauan Reputasi.
4.       Survei tentang perusahaan lain disekitar lokasi yang punya boiler barbahan bakar batubara
          a.       US$ 5, biaya di tempat  US$ 5, transport
          b.      Banyak pengguna kecil.
          c.       Resiko terhadap kontinuitas.
          d.      Dapat sebagai solusi antara atau cadangan.
          e.      Perlu ijin.
5.       Digunakan sebagai kompos di perkebunan jamur.
          a.       Sudah dilakukan (dihentikan sejak Nop. 03 oleh Kementerian Lingkungan Hidup karena alasan kesehatan)
6.       Dibakar didalam/ luar pabrik & memanfaatkan limbah panas
7.       Pemasangan CFB Boiler mengguna kan sludge kertas sebagai bahan bakar alternative
          a.       Investasi: US$ 32 juta (Rp.288.000.000.000)
          b.      Penghematan biaya untuk landfill sludge (US$ 1,7/ ton = Rp. 15.300,‐) dan keuntungan dari   penjualan abu terbang.


SUMBER
  • http://mesin-tahu.blogspot.com/2012/01/usullan-pemecahan-masalah-di-pt-pindo.html
  • http://www.beritasatu.com/ekonomi/152373-indah-kiat-pindo-deli-dan-lontar-papyrus-sabet-penghargaan-green-industry.html
  • http://ptpindodelipulpandpapermills.blogspot.com/2014/01/profil-perusahaan.html
  • http://deidarma-akatsuki.blogspot.com/2013/11/industri-kertas.html